Mercury Retrograde vs IHSG — analisis data 10 tahun
Blog · Data Science

Mercury Retrograde Benar-benar Pengaruhi IHSG? Analisis Data 10 Tahun (2015–2025)

2.661 hari trading. 35 periode Mercury retrograde. Data dari NASA JPL dan Yahoo Finance. Apakah benar IHSG selalu merah saat Mercury retrograde? Atau cuma confirmation bias?

9 Mei 2026
"Setiap kali Mercury retrograde, timeline penuh warning: 'Hati-hati trading, Mercury retrograde nih.' Tapi data-nya mana? Saya ambil IHSG 10 tahun penuh, cross-check dengan ephemeris NASA. Hasilnya? Surprising — dan mungkin bikin beberapa orang kecewa."

Methodology: Gimana Analisis Ini Dijalankan

Data Sources

Sumber Data yang Digunakan

  • IHSG Historical Data: Yahoo Finance ticker ^JKSE, daily OHLCV, 2.661 trading days (2015–2025).
  • Mercury Retrograde Dates: Computed from NASA JPL DE440 ephemeris via Skyfield library. DE440 is the current standard planetary ephemeris used by NASA missions — accuracy to the arcsecond level for 2015–2025.
  • Shadow Periods: Defined as 14 days before station retrograde (SR) and 14 days after station direct (SD), excluding the retrograde window itself. This follows the standard astrological "shadow" definition.
  • Statistical Tests: Welch's t-test (unequal variances) + Mann-Whitney U test for non-parametric validation. Alpha = 0.05.

References: NASA JPL DE440 (2021), Skyfield 1.54 (Brandon Rhodes), Yahoo Finance API via yfinance 1.3.0, scipy.stats.

Saya pakai daily close-to-close return, bukan intraday. Kenapa? Karena data astrologis berbasis hari, bukan jam. Kalau Mercury station retrograde jam 14:30 WIB, kita anggap hari itu sudah masuk zona retrograde untuk simplicity. Return dihitung sebagai (Close_t / Close_t-1) - 1.

The Numbers: Apa yang Data Bilang

📅

Total Hari Analisis

2.661 hari trading (2015–2025)

🔄

Periode Retrograde

35 periode (~3–4× per tahun)

📊

P-Value T-Test

≈0.52 — not significant (>0.05)

📈

Retrograde Positif

24 dari 35 periode (68.6%) hijau

MetricNormal Days (2.133)¹Retrograde (527)Shadow (661)¹
Mean Daily Return+0.0171%+0.0437%+0.0009%
Median Return+0.0593%+0.0729%+0.0828%
Win Rate53.45%53.89%54.46%
Volatility (Std Dev)0.9814%1.0412%1.0128%
Max Single-Day Gain+10.19%+3.80%
Max Single-Day Loss−7.90%−9.19%

¹ Normal Days (2.133) = semua hari non-retrograde. Shadow (661) adalah subset dari Normal — hari 14 hari sebelum/sesudah tiap retrograde — ditampilkan terpisah untuk perbandingan. Total: 2.133 + 527 = 2.660 hari trading.

Retrograde return sedikit lebih tinggi dari normal (+0.0437% vs +0.0171%). Tapi bedanya cuma 0.0266% per hari — dan statistiknya tidak signifikan (p≈0.52). Artinya: perbedaan ini kemungkinan besar cuma kebetulan. Tidak ada efek Mercury retrograde yang bisa dibuktikan secara statistik pada IHSG 2015–2025.

Terbaik & Terburuk: Periode Paling Ekstrem

Meskipun rata-rata flat, beberapa periode individual sangat ekstrem. Berikut 3 terbaik dan 3 terburuk:

🚀 3 Periode Terbaik

🥇

27 Sep – 18 Okt 2021

+8.76% — 16 hari trading · Win rate 68.8%

🥈

4 – 27 Agu 2024

+7.63% — 17 hari trading · Win rate 64.7%

🥉

10 Mei – 2 Jun 2022

+4.82% — 17 hari trading · Win rate 58.8%

📉 3 Periode Terburuk

😰

16 Feb – 9 Mar 2020

−12.45% — 17 hari trading · Win rate 29.4%

😰

15 Mar – 7 Apr 2025

−8.65% — 15 hari trading · Win rate 33.3%

😰

19 Mei – 11 Jun 2015

−6.46% — 17 hari trading · Win rate 35.3%

Notice something? Dua periode terburuk punya penyebab fundamental yang jelas — bukan Mercury. Feb–Mar 2020 adalah crash COVID-19 global. Mar–Apr 2025 adalah crash tarif Trump 32% untuk Indonesia, dengan IHSG sempat trigger trading halt -9.19% dalam satu hari (7 April 2025). Ini contoh klasik spurious correlation: dua event terjadi bersamaan, tapi satu bukan penyebab yang lain.

Semua 35 Periode dalam Satu Tabel

PeriodeHariTotal ReturnWin RateVolatilityClose Range
21 Jan – 11 Feb 201516−1.76%43.8%1.02%5,340 → 5,246
19 Mei – 11 Jun 201517−6.46%35.3%1.08%5,412 → 5,062
17 Sep – 9 Okt 201516+2.71%56.3%1.13%4,378 → 4,497
5 Jan – 25 Jan 201615−2.87%40.0%1.06%4,589 → 4,457
28 Apr – 22 Mei 201616+1.23%56.3%0.78%4,818 → 4,877
30 Agu – 22 Sep 201617+2.46%58.8%0.72%5,197 → 5,325
19 Des – 8 Jan 201714+0.82%57.1%0.68%5,293 → 5,336
9 Apr – 3 Mei 201717+1.89%52.9%0.65%5,632 → 5,738
12 Agu – 5 Sep 201717−1.08%47.1%0.82%5,823 → 5,760
3 Des – 22 Des 201714+0.46%57.1%0.61%6,059 → 6,087
22 Mar – 15 Apr 201817−2.18%41.2%0.94%6,512 → 6,370
26 Jul – 18 Agu 201818+3.12%61.1%0.89%5,836 → 6,018
16 Nov – 6 Des 201815+0.76%53.3%0.95%6,050 → 6,096
5 Mar – 28 Mar 201916+1.34%56.3%0.76%6,523 → 6,610
7 Jul – 31 Jul 201917+1.42%58.8%0.81%6,382 → 6,473
31 Okt – 20 Nov 201914−1.42%42.9%0.88%6,163 → 6,076
16 Feb – 9 Mar 202017−12.45%29.4%2.31%5,892 → 5,158
18 Jun – 12 Jul 202017+2.08%64.7%1.12%4,943 → 5,046
13 Okt – 3 Nov 202015+2.63%60.0%0.95%5,125 → 5,260
30 Jan – 20 Feb 202115+2.71%60.0%0.89%6,269 → 6,439
29 Mei – 22 Jun 202116+1.12%56.3%0.78%6,026 → 6,094
27 Sep – 18 Okt 202116+8.76%68.8%0.92%6,053 → 6,583
14 Jan – 3 Feb 202215+1.58%53.3%0.94%6,581 → 6,685
10 Mei – 2 Jun 202217+4.82%58.8%1.15%6,836 → 7,165
9 Sep – 2 Okt 202215−3.12%40.0%1.08%7,210 → 6,985
29 Des – 18 Jan 202314+1.03%57.1%0.72%6,805 → 6,875
21 Apr – 14 Mei 202316−2.93%37.5%0.96%6,836 → 6,636
23 Agu – 15 Sep 202317+1.89%58.8%0.85%6,910 → 7,041
13 Des – 1 Jan 202412+0.68%58.3%0.62%7,215 → 7,264
1 Apr – 24 Apr 202416−1.02%43.8%0.94%7,352 → 7,277
4 Agu – 27 Agu 202417+7.63%64.7%0.98%7,059 → 7,598
25 Nov – 15 Des 202415+1.28%53.3%0.87%7,150 → 7,242
15 Mar – 7 Apr 202515−8.65%33.3%2.15%6,472 → 5,912
17 Jul – 11 Agu 202518+4.77%61.1%0.88%7,260 → 7,606
9 Nov – 29 Nov 202514+3.14%64.3%0.82%8,255 → 8,509

24 dari 35 periode (68.6%) menghasilkan return positif. Kalau Mercury retrograde memang "berbahaya", kenapa lebih dari dua pertiga periode justru hijau?

Kenapa Banyak Orang Percaya Retrograde = Buruk?

Tiga psikologi yang bekerja di sini:

  1. Confirmation Bias. Orang lebih ingat kejadian buruk yang terjadi saat retrograde dan melupakan kejadian baik pada periode yang sama. Loss Rp 50 juta saat retrograde diinget sampai tua. Profit Rp 50 juta saat retrograde dianggap "beruntung aja."
  2. Availability Heuristic. Crash Februari 2020 sangat traumatic dan memorable. Karena kebetulan bertepatan dengan retrograde, asosiasi itu melekat kuat. Padahal 2020 juga punya retrograde Juni (+2.08%) dan Oktober (+2.63%) yang positif — tapi orang gak ingat.
  3. Self-Fulfilling Prophecy. Kalau cukup banyak trader percaya retrograde = jual, mereka jual bersamaan, dan pasar memang turun. Tapi ini bukan Mercury — ini crowd psychology. Dan data kita menunjukkan efek ini, kalau ada, terlalu lemah untuk terdeteksi secara statistik.

Plot Twist: Shadow Period Lebih "Berbahaya"?

Astrolog sering bilang: efek retrograde sebenarnya dimulai sebelum tanggal station retrograde, dalam "shadow period." Saya definisikan shadow sebagai 14 hari sebelum SR dan 14 hari sesudah SD.

Shadow period justru lebih flat dari retrograde itu sendiri. Mean return shadow: +0.0009% — praktis nol. Volatilitas sedikit lebih tinggi (1.0128%). Artinya: kalau ada periode yang memang "aneh" di sekitar retrograde, itu bukan saat retrograde-nya, tapi saat "masuk" dan "keluar"-nya.

Tapi even then, p-value untuk shadow vs normal juga tidak signifikan. Jadi shadow period story masih belongs to the realm of belief, bukan data.

Referensi & Sumber Data

Semua data dan kode analisis ini bisa diverifikasi secara independen:

  1. NASA JPL DE440 Ephemeris. Standar ephemeris planet terkini, akurat untuk periode 2015–2025. https://ssd.jpl.nasa.gov/planets/eph_export.html
  2. Skyfield 1.54. Library Python untuk komputasi astronomi berbasis DE440. https://rhodesmill.org/skyfield/ (Brandon Rhodes)
  3. Yahoo Finance ^JKSE. Daily OHLCV data IHSG via yfinance 1.3.0. https://finance.yahoo.com/quote/^JKSE/history/
  4. Welch's t-test & Mann-Whitney U. scipy.stats 1.17.1. Digunakan untuk membandingkan distribusi return dua sampel independen dengan varians tidak sama.
  5. Verifikasi close price post-hoc (Mei 2026). Data IHSG 4 periode 2024–2025 dikoreksi terhadap sumber primer: Databoks/Katadata (Aug 2024), CNBC Indonesia (Aug 2025), Tempo.co & Databoks (Mar–Apr 2025 tariff crash), OJK Press Release (Nov 2025). Tanggal Mercury retrograde tidak berubah — semuanya dikonfirmasi dari ephemeris NASA JPL.

Kesimpulan: Myth Busted, Tapi...

Data 10 tahun, 2.661 hari trading, 35 periode Mercury retrograde — tidak menemukan bukti statistik yang signifikan bahwa Mercury retrograde mempengaruhi return harian IHSG. Return, volatilitas, dan win rate selama retrograde praktis identik dengan periode normal.

Kalau semua orang percaya myth, myth bisa jadi self-fulfilling prophecy. Kalau 100.000 trader Indonesia baca "Mercury retrograde = jual" dan jual bersamaan, memang IHSG bisa turun — tapi bukan karena Mercury. Ini behavioral finance, bukan astrology. Data kita menunjukkan efek ini, kalau ada, terlalu lemah untuk terdeteksi.

Artinya: jangan pakai Mercury retrograde sebagai dasar trading decision. Pakai analisis teknikal, fundamental, dan manajemen risiko. Astrologi finansial — kalau pun digunakan — harus sebagai confluence tool yang menggabungkan banyak faktor, bukan single-factor superstition.

Dan itu sebabnya kita bangun Astro-Trading Terminal. Bukan untuk memvalidasi myth, tapi untuk melihat seluruh gambaran langit — puluhan variabel planet, aspek, dan siklus — dalam satu scoring system. Hasilnya? Nggak ada yang replace due diligence. Tapi setidaknya kita pakai data yang akurat.

⚡ Coba Analisis Real-Time

Astro-Trading Terminal menggabungkan posisi planet, aspek, fase bulan, dan retrograde untuk menghasilkan Timing Score IHSG, NYSE, dan Forex.

Buka Astro-Tools →
#AstrologiFinansial #IHSG #DataAnalysis #MercuryRetrograde #MarketTiming #Python #NASAJPL

Pertanyaan yang Sering Ditanyakan

Berdasarkan analisis data 2.661 hari trading (2015–2025), tidak ada bukti statistik signifikan. T-test menunjukkan p-value ≈0.52 (jauh di atas threshold 0.05), artinya perbedaan return antara periode retrograde dan normal kemungkinan besar terjadi secara acak.

Tanggal Mercury retrograde dihitung menggunakan ephemeris NASA JPL DE440 via library Skyfield. DE440 adalah ephemeris planet standar NASA yang akurat hingga level detik untuk periode 2015–2025. Data IHSG dari Yahoo Finance (^JKSE).

Confirmation bias. Orang lebih ingat kejadian buruk yang terjadi saat retrograde dan mengabaikan kejadian baik pada periode yang sama. Selain itu, periode retrograde sering bertepatan dengan event pasar besar (contoh: COVID-19 crash Maret 2020), yang membuat orang mengasosiasikan retrograde dengan kerugian.

Tidak. Mercury retrograde adalah satu faktor dari banyak faktor astrologis. Astro-Trading Terminal menggabungkan puluhan variabel — posisi planet, aspek, fase bulan, retrograde — untuk menghasilkan Timing Score. Single-factor analysis tidak cukup untuk menilai keseluruhan metodologi.